Al-firqatun naajiyah al-manshurah
Al-firqatun naajiyah al-manshurah
Al-firqatun naajiyah al-manshurah (golongan yang selamat dan mendapatkan pertolongan) di zaman ini,
hingga datangnya hari kiamat, adalah yang dikatakan (dijelaskan) oleh
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam ketika beliau ditanya masalah
ini. Aqiqah Surabaya
Beliau shallallahu
‘alaihi wa sallam menjawab,
إفترقت اليهود على إحدى وسبعين فرقة. وافترقت النصارى على اثنين وسبعين فرقة. وستفترق هذه الأمة على ثلاث وسبعين فرقة كلها في النار إلا واحدة
“Orang Yahudi berpecah belah menjadi tujuh puluh satu golongan. Orang
Nasrani berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Sedangkan umatku akan
berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya (terancam) masuk ke
dalam neraka kecuali satu golongan saja.”
Para sahabat bertanya,
“Siapakah mereka, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Mereka adalah golongan yang mana aku dan para
sahabatku berpegang teguh padanya.” (HR. Tirmidzi no. 2641, Hakim 1: 129, dan lain-lain. Lihat Ash-Shahihah no.
203, 204, dan 1492)
Allah Ta’ala mengatakan tentang mereka,
وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari
golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan
baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Dan Allah
menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya
selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah [9]: 100)
Di antara sifat mereka adalah: berpegang teguh pada jalan (sunnah) yang
ditempuh oleh Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Aqiqah Surabaya
Di antara sifat mereka adalah: mereka bersabar di atas kebenaran, tidak
berpaling kepada ucapan (pendapat) orang-orang yang menyelisihi mereka, dan
mereka tidak mempedulikan celaan orang-orang yang mencela mereka.
Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ، لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ، حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ كَذَلِكَ
“Senantiasa ada sekelompok umatku yang dimenangkan atas kebenaran,
tidak akan membahayakan mereka orang yang memusuhi mereka hingga hari kiamat,
sedangkan mereka tetap seperti itu” (HR. Muslim no. 1920).
Di antara sifat mereka adalah: mereka mencintai as-salaf ash-shalih [1], memuji mereka, mendoakan mereka, dan
berpegang teguh dengan atsar [2] mereka.
Di antara sifat mereka adalah: tidak merendahkan satu pun generasi
salaf, baik dari kalangan sahabat atau generasi setelahnya. [3]
Sedangkan di antara sifat golongan yang menyimpang adalah: mereka
membenci generasi salaf, membenci manhaj salaf, dan memperingatkan agar menjauhinya. [4] [5] Aqiqah Surabaya
Catatan kaki:
[1] Yaitu generasi pendahulu yang shalih, baik dari kalangan sahabat,
tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan ulama terpecaya sesudah generasi mereka.
[2] Yaitu jejak peninggalan mereka berupa contoh teladan, baik ucapan
maupun perbuatan.
[3] Imam Al-Barbahari rahimahullah berkata,
“Jika Engkau melihat seseorang yang mencintai Abu Hurairah, Anas bin
Malik, Usaid bin Khudhair, maka ketahuilah bahwa mereka adalah orang yang
berpegang dengan sunnah, insyaa Allah.”
Beliau rahimahullah juga berkata,
“Dan jika Engkau melihat seseorang yang mencintai Ahmad bin Hambal,
Al-Hajjaj bin Al-Minhal, Ahmad bin Nashr, menyebut mereka dengan kebaikan, dan
mengambil perkataan mereka, maka ketahuilah bahwa mereka adalah orang yang
berpegang dengan sunnah.” (Lihat Syarhus Sunnah karya
Al-Barbahari, hal. 120–121)
[4] Imam Al-Barbahari rahimahullah juga berkata,
“Jika Engkau melihat seseorang yang mencela satu orang saja dari
sahabat Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam, maka ketahuilah bahwa mereka
itu adalah pengikut hawa nafsu.” (Lihat Syarhus Sunnah karya Al-Barbahari, hal. 115)
Qutaibah bin Sa’id rahimahullah berkata,
“Jika Engkau melihat seseorang yang mencintai ahli hadits, maka mereka
di atas sunnah. Dan yang menyelisihi mereka, ketahuilah bahwa mereka itu ahli
bid’ah.” (Lihat Muqaddimah
Syi’ar Ash-haabul Hadits, hal. 7)
[5] Diterjemahkan dari kitab Al-Ajwibah Al-Mufiidah ‘an As-ilati Al-Manaahij Al-Jadiidah, hal. 115–116 (penerbit Maktabah Al-Hadyu Al-Muhammadi Kairo, cetakan
pertama tahun 1429) Aqiqah
Surabaya

Komentar
Posting Komentar