Hijrah dan Dakwah
Berguguran dijalan Hijrah dan Dakwah
Bisa jadi ada dari saudara kita yang dahulunya istiqamah
di jalan hijrah dan dakwah. Dahulunya bersemangat akan agama, amal shalih dan
memberi manfaat bagi sesama. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu ia hilang
dari peredaran hijrah dan dakwah. Seolah-olah gugur sebelum waktunya dan
mengingatkan kita pada ayat yang menjelaskan kerasnya hari seiring berjalannya
waktu akibat fitnah yang begitu dahsyat. Aqiqah Bandung
Allah berfirman,
فَطَالَ عَلَيْهِمُ
اْلأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ
Hal
ini bisa saja terjadi akibat tidak menempuh sebab-sebab istiqamah. Sedangkan
fitnah dan manisnya dunia benar-benar menipu dan menyeret secara perlahan-lahan
orang-orang yang dahulunya istiqamah. Fitnah yang datang secara perlahan-lahan
dan terus-menerus inilah yang lebih berbahaya, menyebabkan orang yang terkena
fitnah tidak sadar bahwa mereka digiring dalam kelalaian akan akhirat, serta
tamak akan dunia. Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam memisalkan dengan fitnah seperti ini dengan anyaman
tikar yang lepas satu-persatu dan perlahan-lahan.
Pertama: Jangan pernah tinggalkan majelis ilmu sama
sekali
Setelah kita perhatikan bahwa orang-orang yang
meninggalkan majelis ilmu secara perlahan-lahan lalu hilang secara total,
mereka inilah yang futur dan berguguran di jalan hijrah dan dakwah.
Kedua: Mencari teman dan lingkungan yang baik. Hal ini juga sangat penting karena agama seseorang itu tergantung dengan teman dekatnya. Serta menaati perintah Allah dalam Al-Quran agar kita senantiasa sering berkumpul bersama orang-orang yang jujur dalam keimanannya.
Allah berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ


Komentar
Posting Komentar